07 September 2008

MEM-PARTISI HARD DISK

Seorang kawan saya menelepon dan meminta tolong pada saya untuk melakukan tuning pada komputer-nya yang katanya sekarang menjadi sangat lambat, “untuk masuk ke Windows saja harus saya tinggal ke WC dan buang hajat besar dulu, baru Windowsnya muncul”, begitu katanya. Lebih lanjut dia mengatakan bahwa saat tidak melakukan apa-apa, cuma baca file saja lampu Hard Disk nya (LED indikator) menyala, kemudian pada saat melakukan scrolling (menggulung layar) ke bagian bawah halaman dokumen yang sedang dibacanya, lampu HD nya menyala dan berkedip kedip semakin gencar, selain itu scrolling yang dia lakukan terpatah patah, memerlukan waktu beberapa saat sebelum ahirnya layar dapat di scrolling kebawah, “komputer gua jadi berat banget kenapa ya ?, padahal memorinya baru gua tambah jadi 2 giga, hard disknya 160 Giga apa masih kurang gede ?, trus VGA nya udah gua ganti sama GeForce 8800 GTS dan power suplainya gua pake Corsair yang 520 Watt, atawa komputer gua kena virus apa ?”, tambahnya bertubi-tubi.

Saya segera meluncur kerumahnya karena tidak mampu memberikan jawaban yang eksak serta melakukan analisis akan permasalahan yang terjadi pada komputernya melalui telepon.


Setiba di rumahnya saya disambut dengan wajah muram dan kening berkerut dalam sampai lima lipatan, sambil mendengar kicau ceritanya, omelan-omelannya, dan kadang-kadang diseling oleh sumpah serapahnya kepada toko tempat dia membeli perangkat komputer tersebut, saya periksa komputernya yang bermasalah tersebut. Memang benar, melakukan booting untuk masuk ke Windows saja membutuhkan waktu lebih dari 2 menit, waktu booting yang sangat sangat lama menurut saya sebab setahu saya waktu booting yang ideal untuk komputer milik teman saya dengan konfigurasi perangkat keras (hardware) yang termasuk kedalam kategori “High End” alias PC kelas papan atas cukup dengan hanya 10 s/d 15 detik saja !.

Saya buka Casing nya untuk memeriksa konektor Hard disk yang terpasang didalamnya apakah ada yang longgar atau tidak, memeriksa perangkat-perangkat keras lainnya (VGA dan Memori) apakah sudah tertancap di slot motherboard-nya dengan benar, yeeah semuanya oke oke saja nothing wrong, lantas apa dong ?

Selanjutnya saya lakukan scan untuk melacak kemungkinan apakah komputernya sudah terinfeksi oleh virus/ spyware atau tidak, proses scan yang saya lakukan tersebut memakan waktu lebih dari 2 jam !, teman saya sempat tertidur selama waktu tersebut (maklum lagi puasa) sementara saya sendiri duduk menatap layar komputer menunggu dengan khusyu sampai proses scanning tersebut selesai. Hasilnya ? …… komputer-nya sehat sehat saja alias bersih tidak ada virusnya.

Ahirnya saya berhasil menemukan masalahnya saat masuk ke Windows Explorer, ternyata Hard disk-nya yang berkapasitas 160 Gb itu tidak di partisi sama sekali !, jadi yang terbaca di Windows Explorer cuma drive C saja. Hard disk tersebut selain berisikan sistem operasi Windows, juga dijejali oleh berbagai program aplikasi, data-data lagu MP3 dan file-file gambar/ foto dan dokumen-dokumen. Wah ……. Sangat riskan menurut saya !, sebab resiko kehilangan data-datanya yang berharga sangat besar, sekalipun Katakanlah teman saya itu rajin melakukan backup data sehingga sekalipun dilakukan install ulang Windows pada hard disk-nya dengan cara yang sama, maksudnya hard disk yang berkapasitas besar tersebut tidak di partisi, maka kinerja komputer teman saya tersebut tidak akan pernah optimal, teman saya akan tetap ngomel-ngomel ketika sedang menggunakan komputernya yang lelet dan terengah-engah.


Apa sih sebenarnya partisi itu, lalu mengapa hard disk musti di partisi ?

Pada saat anda melakukan download file dari internet, meng-install program/ aplkasi pada komputer anda, meng-copy dan menyimpan file-file lagu MP3, movie, gambar (foto) dan melakukan saving (menyimpan) dokumen teks dan lain lain, anda telah menjejali drive C yang tidak di partisi itu dengan file-file atau program-program aplikasi tersebut.

Nah … pada saat komputer teman saya itu dihidupkan, selain Windows membaca konfigurasi perangkat-perangkat keras yang terpasang beserta driver-nya, program-program aplikasi yang terinstall, Windows juga turut membaca file-file data hard disk padahal file-file data tersebut tidak perlu ikut dibaca oleh Windows karena tidak ada hubungannya dengan konfigurasi sistem. Demikian pula saat bekerja dengan program aplikasi atau sekalipun tidak ada aktivitas yang dilakukan, cuma membaca saja seperti yang dilakukan oleh teman saya itu, windows pada interval waktu tertentu melakukan update cache pada hard disk, dan itu ditandai dengan menyalanya lampu indikator Hard Disk. Jadi setiap kita melakukan aktivitas tertentu pada komputer, misalkan menjalankan program aplikasi atau bahkan cuma sekedar melakukan scrolling/ menggulung layar ke bawah atau keatas, Windows akan dengan segera membaca seluruh isi hard disk sekaligus melakukan update caching pada hard disk. Windows menganggap Drive C adalah “wilayah kekuasaannya” sehingga apapun yang terdapat disitu pasti akan selalu diperiksa dan diproses oleh Windows sekalipun tidak ada hubungannya dengan sistem operasi (lagi-lagi sebuah bukti bukan main bodohnya Windows). Itulah sebabnya mengapa Hard Disk C dinamakan sebagai Drve System.


Dapat anda bayangkan jika hard disk teman saya tersebut sudah dijejali program dan data terlalu banyak, bahkan hampir penuh seperti halnya milik teman saya tersebut, dimana hard disknya hanya bersisa 15% saja (kira kira 20 Gb), bukan main beratnya kerja Windows !. Windows harus menjelajahi seluruh isi hard disk yang berkapasitas cukup besar milik teman saya tersebut, belum lagi Windows sendiri memerlukan sejumlah kapasitas untuk keperluan membuat virtual memory, yang biasa disebut file temporer (temporary file), dalam kasus yang terjadi pada komputer teman saya, karena ruang yang tersedia untuk menampung file temporary yang dibuat oleh Windows relatif sudah tidak ada, maka windows sepenuhnya mengandalkan RAM saja karena sudah tidak bisa menggunakan hard disk untuk membuat virtual memory, ini mengakibatkan data data yang belum diproses harus menunggu sampai data yang sedang diproses sebelumnya selesai, data-data yang belum diproses tersebut terpaksa harus ngantri menunggu giliran untuk diproses, dan lama atau jangka waktunya tergantung dari banyaknya data yang harus diproses oleh komputer. Itulah sebabnya mengapa kerja Windows menjadi sangat lambat. Menambah kapasitas RAM (memori) ditambah dengan mengganti prosesor ke kelas Core 2 Extreeme yang berharga diatas 10 juta sekalipun tidak akan pernah menyelesaikan masalah selama hard disk teman saya itu belum di partisi. Kemungkinan terburuk yang bisa terjadi yaitu apabila komputer milik teman saya tersebut sampai terjangkit oleh virus, maka dipastikan komputer milik teman saya tersebut akan hang atau mengalami crash sehingga terjadi blue screen. Kalau sudah demikian halnya maka tidak ada jalan lain kecuali memformat dan melakukan install ulang Windows, bagaimana dengan data-data didalamnya ?, yaa goodbye…… kecuali kalau teman saya itu rajin melakukan backup pada data-data nya.


Akan menjadi lain cerita nya apabila file-file data teman saya itu ditempatkan pada drive lain secara terpisah (dalam hal ini di partisi lain). Tanpa perangkat keras yang mahalpun Windows akan memiliki kinerja yang optimal dan dapat berjalan dengan cepat yang akan membuat teman saya dapat berkomputer dengan nyaman dan menyenangkan. Dengan rasa nyaman dan senang karena kinerja komputer yang baik, produktivitas pengguna komputer pun akan meningkat.


Sekarang yang menjadi pertanyaan, apakah sebenarnya partisi pada hard disk itu ?, saya anda semua telah sangat sering mendengar dan akrab dengan kata itu, tapi belum tentu semua apalagi pengguna yang masih sangat awam mengetahuinya, terutama maksud dan tujuan teknis perlunya dibuat partisi pada hard disk.


Membuat partisi pada hard disk berarti memecah atau membagi kapasitas sebuah hard disk menjadi beberapa kapasitas yang lebih kecil yang kapasitasnya bergantung pada kebutuhan pemakai komputer.


Misalnya, kapasitas hard disk teman saya yang berkapasitas 160 Gb itu dibagi menjadi dua partisi, maka kita akan melihat melalui Windows Explorer atau My Computer seolah-olah ada dua buah hard disk meski secara fisik hard disk tersebut Cuma ada satu. “Kedua” Hard tersebut masing-masing bernama C dan D.


Untuk mudahnya, pembuatan partisi pada hard disk dapat di-umpamakan dengan membagi sebuah kamar tidur yang luas menjadi dua atau lebih kamar tidur dengan menggunakan partisi berupa dinding pemisah dari kayu, atau folding door (pintu lipat), sehingga pengguna kamar tidur itu tidak akan saling mengganggu dan memiliki privacy masing-masing, pengguna kamar tidur yang satu tidak perlu mengetahui aktivitas apa yang sedang dilakukan oleh pengguna kamar tidur lainnya, semuanya independent (masing-masing/ tidak saling berhubungan). Dalam analogi atau perumpamaan ini ruang tidur tersebut ada dua buah atau lebih, namun secara fisik sebenarnya ruang tidur tersebut cuma ada satu saja.


Demikian pula halnya dengan partisi pada hard disk, kapasitas hard disk yang demikian besar itu dibagi menjadi beberapa bagian yang lebih kecil, partisi hard disk bisa dibuat sampai beberapa buah semau kita sesuai dengan maksud/ tujuan, peruntukkan dan kebutuhan pengguna komputer akan seberapa besar kapasitas masing-masing partisi.


Nah kembali kepada teman saya dengan komputernya yang bermasalah tadi, setelah saya melakukan backup pada data-data nya dengan puluhan keping DVD-RW (pekerjaan ini juga memakan waktu yang sangat lama dan mengesalkan). Saya “membabat” habis hard disknya dengan melakukan install ulang Windows pada komputer-nya. Berdasarkan kebutuhannya, saya membagi hard disk nya menjadi 5 buah partisi sebagai berikut :


Partisi I (Drive C:\), sebesar 40 Gb. Untuk Windows dan program aplikasi


Partisi II (Drive D:\), sebesar 30 Gb. Untuk file lagu MP3


Partisi III (Drive E:\), sebesar 40 Gb. Untuk penyimpanan data-data dokumen dan file-file pekerjaan lainnya


Partisi IV (Drive F:\), sebesar 40 Gb. Untuk penyimpanan file-file gambar dan foto


Partisi V (Drive G), kurang lebih 10 Gb. Untuk file Temporary yang dibuat oleh Windows sebagai virtual memori untuk mencegah terjadinya antrian data saat Windows melakukan pemrosesan data. Mengenai alasan mengapa file temporary ini sengaja saya pisahkan, akan saya jelaskan pada postingan tersendiri pada kesempatan lain.


Perlu diketahui, penetapan angka-angka kapasitas pada hard disk yang saya partisi sebagaimana diatas bukan suatu patokan mutlak, besarnya kapasitas yang diperlukan sangat bergantung pada kebutuhan anda sendiri. Jika file MP3 anda sangat banyak, mungkin anda akan memperbesar kapasitas Drive D, atau jika anda tidak terlalu banyak meng-install program aplikasi, maka barangkali anda merasa cukup dengan kapasitas sebesar 15 atau 20 Gb. Saja.


Demikian pula halnya dengan peruntukkan atau penamaan masing-masing drive, itupun bergantung sepenuhnya pada selera dan keinginan anda, misalnya, mungkin anda ingin ada partisi yang berisikan file-file Video atau film atau apapun lainnya, sekali lagi semuanya tergantung dari anda.


Dengan mem-partisi hard disk sesuai dengan kebutuhan maka banyak manfaat yang dapat anda rasakan dalam berkomputer, pertama, anda akan lebih mudah mencari data yang anda perlukan berdasarkan jenis datanya (mis data gambar/ foto) karena seluruh data-data yang anda perlukan tersebut ditempatkan dalam partisi tersendiri, kedua, kerja Windows menjadi ringan dan otomatis juga cepat karena Windows tidak perlu melakukan pembacaan pada file-file yang tidak perlu, yang tidak ada hubungannya dengan sistem operasi, ketiga, misalnya windows terinfeksi virus sehingga harus dilakukan install ulang, maka data data yang terdapat di partisi lain akan selamat karena tidak ikut di otak-atik, ini akan sangat menghemat waktu sebab selain menghemat waktu dengan hanya melakukan install ulang Windows plus program-program yang diperlukan, pada saat kita membuat backup drive C dengan Norton Ghost misalnya, waktu backup menjadi lebih singkat dan kapasitas backup pun tidak akan memakan ruang/ space yang terlalu besar, hanya diperlukan paling banyak 2 atau 3 keping DVD RW untuk keperluan backup tersebut. Demikian pula halnya jika kita melakukan restore pada saat jalannya Windows sudah tidak stabil atau terinfeksi virus, proses restoring dari backup anda akan menjadi lebih singkat, paling lama Cuma 7 menit-an.


Mengenai backup dengan Norton Ghost ini, juga akan saya bahas pada postingan tersendiri di kesempatan lain.


Setelah instalasi Windows, program aplikasi, me-restore data dari keping backup DVD RW nya, melakukan Tuning dan tweaking saya pulang, total waktu saya untuk membereskan problem komputer teman saya 14 jam ! (dari jam 10 pagi s/d jam 12 malam).


Keesokan harinya teman saya menelepon dan mengatakan bahwa sisa ruang Hard disknya yang berisi Windows (Drive C:\) tinggal 1 Gb. tetapi kinerja windows nya tidak menurun demikian juga dengan kecepatan dan stabilitasnya. Dia sangat berterima kasih dan bermaksud membeli Hard Disk berkapasitas 320 Gb. dari saya, he he he lumayan rejeki…!

06 September 2008

BOOTING YANG LAMBAT

Pada artikel perkenalan yang lalu, saya sempat menyinggung tentang KENYAMANAN. Apakah sebenarnya kenyamanan dalam berkomputer itu ?
Meja kerja yang bersih dan tata letak peralatan komputer anda yang rapi dan teratur saja belumlah cukup untuk membuat anda dapat berkomputer dengan nyaman jika tidak ditunjang oleh kinerja komputer itu sendiri.
Pernah atau sering-kah anda merasa kesal karena harus menunggu terlalu lama untuk bisa masuk ke Windows saja (booting yang terlalu lama) ?. jika jawabannya "ya" jangan terburu-buru menyalahkan hardware (perangkat keras) komputer anda, belum tentu booting yang lambat ini disebabkan karena kerusakan atau adanya "sesuatu" yang tidak beres pada hardware komputer anda. Booting yang lambat ini bisa saja terjadi pada sistem komputer yang paling mutahir sekalipun. Hardware yang sudah termasuk kedalam kategori sebenarnya masih bisa menunjukkan kinerja yang cukup baik (meski barangkali tidak optimal untuk aplikasi aplikasi yang mutahir yang menuntun persyaratan hardware yang cukup tinggi dan mutahir pula)
Ada beberapa kemungkinan-kemungkinan yang menjadi penyebab lambatnya sistem komputer anda antara lain :

Banyaknya file sampah didalam sistem komputer anda, biasanya timbunan file sampah pada sistem komputer anda disebabkan oleh proses install dan uninstall program/ aplikasi yang sering anda lakukan, Windows masih menyimpan sisa-sisa program yang telah di uninstall tersebut didalam registry, jadi pada saat melakukan booting, windows masih membaca registry yang berisikan program yang telah di uninstall tersebut dan menganggap program tersebut masih ada (sebuah bukti, bukan main bodohnya Windows !), kemungkinan lainnya yang lebih konyol (dan ini seringkali terjadi pada pemula yang masih sangat awam dalam berkomputer) yaitu pengguna komputer yang melakukan penghapusan program atau aplikasi yang dilakukan secara langsung dengan menekan tombol Del atau Delete pada keyboard. Jika hal ini terjadi maka proses pembersihan akan menjadi lebih rumit walaupun masih bisa dilakukan, pembahasan mengenai kasus khusus seperti ini akan saya uraikan dilain kesempatan.
Nah kembali ke topik sampah yang terjadi akibat install dan uninstall, anda perlu melakukan sendiri pembersihan registry tersebut dengan jalan manual atau melalui bantuan program khusus untuk membersihkan sampah pada komputer yang biasa disebut program utility. Bagi anda yang sudah berpengalaman anda bisa melakukannya secara manual dengan jalan masuk ke registry Windows melalui menu Start Run kemudian mengetikkan perintah "regedit". Namun hati-hati ! cara ini sangat berbahaya bagi anda yang tidak atau kurang berpengalaman sebab registry ini merupakan syaraf utama sistem operasi Windows. Apabila anda sampai melakukan kesalahan dalam melakukan setting (pengaturan) dan penghapusan pada registry maka sistem komputer anda bisa lumpuh total, alias tidak jalan. Sekalipun anda sudah sangat berpengalaman dalam hal otak-atik registry, saya sangat dianjurkan untuk mem-backup registry sebelum anda meng otak-atik nya.
Cara yang paling aman adalah dengan menggunakan program utility untuk membersihkan dan melakukanTweak untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja pada sistem komputer anda, semuanya akan dilakukan secara otomatis, anda tinggal melakukan klak klik pada menu yang tersedia dan membiarkan program utility tersebut bekerja secara otomatis untuk anda. Masih banyak lagi menu yang tersedia dalam program utility tersebut yang sangat berguna untuk meng-optimalkan kinerja sistem komputer anda. Salah satu utility yang cukup baik dan juga saya gunakan adalah "TuneUp Utility 2007", fasilitas yang tersedia dalam program utility ini cukup lengkap, selain pembersihan pada registry program ini juga membabat sampah-sampah pada sistem komputer anda. Semuanya dilakukan secara otomatis dan teliti tanpa perlunya campur tangan anda (sekarang sudah ada versi terbarunya yaitu Tuneup Utility 2008), hanya sayangnya program utility ini tidak gratis (harganya kira kira US$ 40). Untuk mengetahui selengkapnya mengenai kemampuan dan fasilitas yang disediakan oleh program utility ini anda bisa mengunjungi situsnya di www.tune-up.com.
Penyebab lain lambatnya sistem komputer yaitu karena :
File dalam harddisk yang terfragmentasi, akibat penghapusan dan penambahan file, proses install dan uninstall yang sering anda lakukan, lama kelamaan file yang tersimpan dalam hard disk menjadi ter fragmentasi, file-file dalam harddisk menjadi tercerai berai. Kalau di ibaratkan misalnya anda seorang manager yang memimpin sebuah kelompok dalam departemen anda, bayangkan betapa sulitnya anda melakukan koordinasi jika "anak buah" anda sedang tidak berada di kantor. Anda harus memanggilnya dulu atau menunggu sampai anak buah anda kembali ke kantor, baru anda dapat memberikan instruksi atau perintah, sebaliknya apabila anak buah anda berada di kantor, akan sangat mudah bagi anda dalam memberikan dan melakukan koordinasai bukan ?. Nah demikian juga halnya dengan file-file dalam hard disk yang tercerai berai. Akan membutuhkan waktu akses yang cukup lama (atau bahkan sangat lama jika hard disk anda hampir atau sudah penuh) jika anda membuka sebuah file, ini akan sangat mengesalkan anda, apalagi jika anda sedang terburu-buru.
Untuk menanggulangi hal tersebut sering-seringlah anda melakukan Defragment pada harddisk anda secara teratur dan berkala, misalnya 1 atau 2 minggu sekali jika komputer anda sering digunakan, atau 1 bulan sekali jika anda jarang menggunakan komputer anda. Defrag akan merapikan kembali file-file dalam harddisk anda sehingga akses terhadap file menjadi lebih cepat karena dengan melakukan defrag, file-file dalam hard disk akan menjadi teratur dan letaknya saling berdekatan. Untuk melakukan defrag ini anda cukup melakukannya dengan program bawaan Windows sendiri (gratis !), tidak perlu menggunakan bantuan program pihak ketiga (atau biasa disebut Third party) yang juga tersedia, meskipun digunakan atau tidaknya program third party ini tergantung pada keputusan anda sendiri selaku pengguna komputer. Manapun dari kedua cara diatas yang anda pilih, kedua duanya bertujuan sama yaitu merapikan file file yang terdapat di dalam hard disk agar kecepatan akses terhadap file menjadi lebih cepat.

Masih ada lagi jalan lainnya untuk mempercepat proses booting Windows, seperti melakukan tweak pada registry secara manual berikut cara mengotak-atik registry dengan aman, agar sekalipun anda membuat kesalahan anda masih bisa mengembalikan sistem pada keadaan seperti ketika anda belum melakukan modifikasi pada registry, melakukan tweak pada BIOS, dan banyak lagi.
inipun akan saya sampaikan pada posting-an tersendiri pada kesempatan berikutnya.

Nah dengan melakukan 2 hal pokok ini kinerja komputer anda pasti akan meningkat, meskipun sebenarnya sebagaimana telah disinggung diatas bahwa masih banyak tindakan lainnya yang perlu dilakukan untuk mempercepat komputer anda, namun dengan melakukan dua hal pokok ini saja sudah cukup untuk memperbaiki performa (unjuk kerja) komputer anda
Walhasil…. Anda dapat berkomputer dengan NYAMAN DAN MENYENANGKAN

05 September 2008

PERKENALAN

Dalam posting perdana ini dan juga untuk postingan selanjutnya, saya akan mengulas, menulis artikel dan membahas serta memberikan review tentang hal dan seluk beluk yang berkaitan dengan PC (Personal Computer), perkembangan teknologi komputer yang berkaitan dengan perangkat keras (hardware) dalam konteks yang tidak rumit agar mudah diterima dan dimengerti oleh pengguna PC yang paling awam sekalipun.

Bekerja didepan PC, baik bagi anda yang frekuensi penggunaannya lama (diatas 3 jam) dan dilakukan setiap hari, maupun yang cuma sebentar saja alias temporer mau tidak mau, disadari atau tidak memerlukan yang namanya KENYAMANAN agar produktivitas penggunaan PC menjadi se-maksimal mungkin.
Bayangkan apa yang terjadi apabila selama berada didepan PC untuk melakukan suatu pekerjaan atau bahkan cuma bermain game ringan pandangan anda selalu dihadapkan pada sebuah kotak besi yang berbentuk biasa biasa saja dan kumal lagi karena diliputi debu, dijamin anda pasti tidak akan betah dan tahan berlama lama didepan PC karena selama bekerja selain anda dihadapkan pada pemandangan yang tidak sedap, anda juga ditemani oleh suara gemuruh kipas prosesor dan kipas tambahan yang terdapat didalam Casing PC anda, dan hal lainnya yang membuat anda tidak betah berlama lama berada didepan PC disebabkan juga karena hawa panas yang berasal dari radiasi pada casing PC anda. Hal yang paling mengesalkan dan sering dikeluhkan oleh pengguna PC yaitu unjuk kerja atau performa PC yang lelet yang membuat anda memuntahkan kata kata yang mencerminkan kekesalan anda, seperti, “Bah untuk masuk ke Windows aja gua harus nge-rebus indomie 2 bungkus baru keluar”
akibatnya pekerjaan anda menjadi kurang atau bahkan tidak maksimal. Jelas hal ini akan merugikan diri anda sendiri.

Lalu setelah mengetahui penyebab penyebab tidak optimalnya kinerja sebuah PC mengapa jarang sekali atau bahkan tidak ada pemakai PC yang mengambil tindakan untuk menangani hal hal yang menyebabkan PC menjadi tidak optimal. Barangkali alasan yang paling klasik yang sering kita dengar "Saya tidak mempunyai cukup dana untuk membeli PC dengan performa bagus, PC yang indah, Hardware yang mahal dan saya sama sekali tidak mengerti tentang teknik komputer, saya tidak tahu dan tidak mengerti tentang jeroan komputer dan juga apa nama komponen yang terdapat di jeroan komputer saya, saya tidak mengerti cara membongkar atau memasang komponen komputer....." atau “Saya takut kalau saya ngotak- ngatik jeroan komputer saya, malah komputer saya jadi rusak…., Biarin aja deh poko-nya asal komputer saya bisa jalan dan saya bisa kerja, biarin lambat juga” atau alasan lainnya “Ah Be-Te, musti manggil teknisi, keluar biaya lagi dan belon tentu PC gua jadi bener”………dan sebagainya dan sebagainya, atau banyak lagi alasan lainnya.
Hal hal tersebut diatas tidak seharusnya terjadi apabila anda menggunakan dan merawat PC anda dengan cara yang benar.
Sesederhana apapun PC yang anda miliki, anda dapat mengaturnya dan sedikit melakukan otak-atik disana sini agar PC anda menjadi perangkat kerja yang menyenangkan dan membuat produktivitas anda dalam bekerja menggunakan PC menjadi meningkat. Ingatlah ..... sesederhana apapun PC yang anda miliki, ANDA TELAH MENGELUARKAN UANG yang anda peroleh dengan susah payah atau dari jerih payah orang tua anda yang telah bekerja keras membanting tulang, sesederhana apapun PC anda, alat tersebut sangat berjasa dalam membantu anda menyelesaikan pekerjaan dan tugas tugas rutin lainnya, oleh karena itu sayangilah barang milik anda tersebut, rawatlah PC anda secara rutin dan berkala agar komponen-komponen didalamnya awet, tidak mudah rusak dan berumur panjang. Bayangkan apabila akibat kelalaian anda dalam perawatan PC milik anda, PC tersebut rusak total, nah… yang rugi kan anda sendiri.

Membongkar untuk melakukan perawatan pada PC anda bukanlah pekerjaan yang sulit dan menakutkan bahkan apabila anda tidak mengerti teknik komputer atau anda seorang wanita sekalipun, ANDA DAPAT MELAKUKANNYA. Dengan “DO IT YOURSELF” ini anda tidak memerlukan untuk memanggil teknisi komputer untuk melakukannuya bagi anda yang tentunya memakan biaya lagi, belum lagi jika teknisi tersebut bermaksud mengeruk keuntungan dari anda agar memperoleh bayaran ekstra atau yang lebih besar dari anda dengan mengatakan komponen anu rusak harus diganti lalu dia menawarkan jasa untuk mencarikan komponen yang katanya rusak tersebut dengan harga sekian ratus ribu rupiah, atau yang second dengan harga yang lebih murah namun belum tentu masih dalam kondisi bagus. atau bahkan melakukan instalasi ulang sistem operasi (juga dengan tambahan bayaran lagi tentunya), driver ataupun software (perangkat lunak) tanpa mengerti tindak lanjut berupa mengatur setting-an yang harus dilakukan agar PC anda dapat bekerja secara optimal.
Setelah merawat PC dengan benar hal lain yang tidak kalah pentingnya untuk menunjang produktivitas kerja anda yaitu KEINDAHAN. Bayangkan, betapa akan sangat menyenangkan bekerja di depan PC dengan casing yang bagus, bersih dan dilengkapi dengan aksesoris yang akan membuat PC anda menjadi lain dari yang lain, dapat menjadi unsur dekorasi ruangan kerja anda dan juga dapat menaikkan tingkat prestige anda.

Nah sekian perkenalan dari saya, untuk posting selanjutnya saya akan memuat artikel tentang seluk beluk per-PC-an, perangkat keras (hardware) komputer, unjuk kerja berdasarkan perangkat yang terpasang pada PC, tips perawatan PC baik secara hardware maupun software.
Juga saya akan memberikan tips penting beruupa strategi pembelian perangkat PC yang baru, upgrade PC dan lain lainnya yang juga disesuaikan dengan dana yang anda miliki agar anda dapat memiliki sebuah PC yang berkinerja optimal dan dengan harga yang sesuai dengan isi kocek anda.
Andapun boleh mengirimkan komentar, posting-an ataupun bertanya jawab dengan saya, anda boleh mengirimkan uraian konfigurasi PC anda ke alamat e-mail saya pcmania.bill@gmail.com dan mengemukakan masalah atau problem yang terjadi pada PC anda. Saya akan berusaha menjawab dan memberikan solusi semaksimal mungkin sehingga PC anda dapat berjalan normal kembali dan berkinerja optimal.
Andapun bebas untuk mengirimkan komentar, bertukar pendapat, berdiskusi, melontarkan kritik yang membangun demi kemajuan kita bersama, karena sebagai manusia yang tidak sempurna, ibarat tiada gading yang tak retak, sayapun tidak luput dari segala kekurangan dan atau kesalahan.


Salam

ANDA MAU DIKEJAR UANG PANAS ?

lowongan kerja di rumah